Postingan

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#20

Gambar
"Sepandai-pandainya tupai melompat, ia akan jatuh juga. Betapapun mahirnya seseorang menyembunyikan perasaan atau berpura-pura serba bisa, suatu saat batas mampuan itu akan terlihat juga. Tidak ada manusia yang sempurna, dan pasti ada kalanya kita berbuat khilaf."  Begitupun dengan apa yang terjadi padaku saat ini. Beberapa hari yang lalu aku membeli sebuah ponsel iPhone 7 Plus tipe yang sebenarnya sudah cukup usang. Entah karena ketidaktahuanku, atau sekedar terbawa godaan nama besar mereknya. Di era sekarang, iPhone 7 Plus secara objektif sudah sangat ketinggalan zaman (outdated) update iOS sudah terhenti, baterainya boros, cepat panas, dan performanya keteteran untuk aplikasi masa kini. Bagi siapapun yang paham gadget, membeli tipe ini adalah keputusan buruk. Dan ini adalah keputusan terburukku, mengapa disaat kondisi seperti ini aku yang notabenya hidup seorang diri yang seharusnya mengutamakan kebutuhan hidup malah membeli hape ini. Alih-alih kameranya nya ba...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#19

Gambar
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Tanggal 1 Agustus 2026 terpampang di kalender dinding rumahku. Retakan-retakan di dinding tua ini seolah melukiskan benang-benang takdir kehidupan, menjadi saksi betapa berusianya hunian yang kutinggali bersama keluarga kecilku. Namun entah mengapa, bagi jiwaku sendiri, waktu justru terasa berjalan amat lambat. Aku seperti terus melangkah sendirian tanpa arah dan tujuan yang jelas, seolah penderitaan batin ini takkan pernah menemukan muaranya.  Begitupun tentang dia, sosok yang beberapa hari terakhir ini sangat kurindukan. Sikapku yang angkuh dan cenderung ketus mungkin sudah cukup untuk membuat pria lain menyerah dan berhenti mendekat. Tapi dia berbeda. Sikapnya tetap tenang dan penuh wibawa, ia begitu sabar menghadapi sikapku yang cenderung cuek dan angkuh.  Namun, mengapa malam ini terasa begitu hening? Tak ada satupun bisikan suara alam. Nyanyian jangkrik hingga tarian kunang-kunang yang biasa menghiasi halaman depan ruma...

CERPEN:Hakikat Sebuah Cinta | Part#18

Gambar
Dunia mengenalku sebagai wanita yang pandai tertawa, wanita yang selalu bisa meredam ego dengan "Legowo" yang dipaksakan. Namun, di hati yang paling dalam, aku bukanlah wanita seperti itu. Itu hanyalah kulit luar, sebuah topeng untuk bertahan hidup di tengah drama manusia yang semakin memuakkan. ​Sejujurnya, aku sudah mati rasa dari sekian banyaknya laki-laki yang aku kenal, aku tidak melihat ketulusan dihatinya. Aku telah menutup pintu bagi siapa pun yang datang dengan kemunafikan dan banyaknya drama manusia adalah alasan mengapa aku lebih suka sendiri. Mungkin jika sekilas orang mengenalku sebagai wanita ceria, namun dibalik itu ada luka yang tak seorangpun tahu obatnya. Namun, di Bukit Tanjung ini, dinding pertahananku luruh. Di sini, aku bukan lagi wanita yang harus menampilkan senyum demi apresiasi orang lain. ​Aku hanyalah seonggok jiwa yang lelah, merindukan tepukan di bahu dari sosok yang pernah membawa ketenangan jiwaku dibukit ini. Tapi di tengah kekacau...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#17

Gambar
​ Sore ini, aku membiarkan diriku terbenam di antara ilalang Bukit Tanjung, seiring dengan matahari yang perlahan luruh di ufuk barat. Di sini, di balik kesunyian, aku bertanya pada angin: akankah esok hari masih menyisakan kesempatan bagiku untuk sekadar melihat senyuman itu lagi?  ​Aku sadar, aku bisa dengan mudah memblokir nomor, menghapus jejak percakapan, melenyapkan foto dari galeri, bahkan melangkah pergi menjauh dari tempat ini. Namun, logika tidak pernah punya kuasa atas rasa. Aku mungkin bisa meninggalkan segalanya, tapi tidak dengan kenangan yang telah berakar, dan perasaan yang menolak untuk ikut padam bersama senja.  ​Aku masih ingat betul bagaimana dulu ia begitu gigih mengejarku, memaksaku untuk menemuinya di bukit ini, bahkan saat aku tak berniat sedikit pun. Dulu, aku merasa itu adalah desakan yang melelahkan. Namun kini, di puncak Bukit Tanjung yang sama, aku justru merindukan setiap detiknya. Aku merindukan cara ia menatap, cara ia memaksa. ...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#16

Gambar
Aku tidak buta dan aku tidak tuli, bukan berarti aku tidak dapat melihat dan mendengar. Dukuh Tanjung sedang terjadi fenomena Alam yang kurasa cukup aneh terjadi belakangan ini, bagaimana tidak? Aku yang penduduk asli Tanjung sudah bergai musim biasa ku alami. Tetapi kali ini sangat berbeda, di luar cuacanya sangat terik namun di dalam rumah rasanya sangat dingin seperti Es, sangking dinginnya sampai terasa ke ubun-ubun dan menusuk tulang, kamu bisa bayangkan betapa dinginnya diwaktu malam hari. Seperti dinginnya hati seorang kekasih yang dicampakkan oleh kekasihnya, terkadang rindu yang menyakitkan itu bukan karena orangnya tetapi kenangan saat bersamanya.  Sore ini, di Bukit Tanjung, aku berdiri di antara desir angin Pegunungan Muria. "Sore yang indah," bisikku pelan. Namun, kali ini keindahan itu terasa berbeda. Lima hari lalu, aku melihat sosok itu seorang pria yang berdiri tegak dengan sorot mata yang tajam, tak banyak bicara, namun setiap katanya mampu menye...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#15

Gambar
Setelah malam dingin menyelimuti keraguan dan ketakutan yang kian menumpuk dipikiranku, pagi hari datang dengan rengekan anakku yang membangunkanku. Aku beranjak, menyiapkan nasi dan susu untuknya. Si kecil yang baru berusia 2,5 tahun itu. Namun, saat aku menyuapinya, sebuah pertanyaan meluncur begitu saja dari mulutnya yang masih polos: ​"Anak-anak yang lain main sama bapaknya? Aku ndak ada?" ​ Pertanyaan itu menghunjam ulu hatiku. Usianya yang kian bertambah membuatku semakin menakutkan cepat atau lambat, dia pasti akan menuntut jawaban yang selama ini coba kusembunyikan. Peristiwa tiga tahun silam itu masih terasa sangat nyata bagiku, saat dia masih terlalu kecil untuk bisa mengingat rupa sang ayah. Melihat anak-anak seusianya tertawa dalam dekapan ayah mereka membuatku sesak.  "Tuhan, bagaimana aku harus menghadapi ini?" ​Aku menarik napas panjang, menelan getir yang tertahan di tenggorokan, lalu memaksakan sebuah senyum. ​ "Shttttt... ayo maem ...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#14

Gambar
Aku bingung harus bilang apa tetapi melihat isi pesan itu? Nampaknya ia tidak sedang bermain-main dengan perasaanku, pantas saja aku merasa seolah-olah aku tidak akan pernah melihatnya lagi. Dan tepukan dibahu ku itu seakan-akan ada yang sedang ia titipkan kepadaku dan harus kujaga, wajar saja dia bersikeras ingin sekali menemui ku dan berterus terang mengenai perasaannya padaku, rupanya pertemuan dibukit Tanjung itu adalah pertemuan untuk yang terkahir kalinya. "Kak janji ya kakak adalah orang pertama yang mengetahui hal ini, jangan sampai kak Dira juga tahu. Sebenarnya aku sendiri juga memiliki perasan yang tidak bisa kusembunyikan didalam diriku sendiri, kak menurut kakak Cinta yang sesungguhnya itu seperti apa kak aku takut jika yang aku rasakan ini adalah emosi sesaat." "Nayla,,, dengarkan ini baik-baik! Jika kamu suka dengan seseorang karena dia baik kepadamu, itu bukan Cinta tapi rasa berterimakasih. Jika kamu suka dengan seseorang karena dia mahir mel...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#13

Gambar
Hari sudah beranjak siang tidak lama kemudian Arief pamit pulang, kenapa saat dia menepuk bahuku aku merasa bahwa tepukan itu bukan tepukan biasa. Ada rasa yang tertinggal, seolah-olah ia sedang menitipkan sesuatu yang harus ku jaga. Kepergiannya menyisakan tanda tanya yang begitu dalam, saat perlahan-lahan laju sepeda motornya mulai hilang dari pandanganku. Suara mesin motor itu perlahan ditelan kesunyian bukit, meninggalkan dadaku yang tiba-tiba terasa sesak oleh ruang kosong yang baru saja ia ciptakan. Seolah-olah aku tidak akan pernah melihatnya lagi, lantas apakah dia benar-benar mencintaiku? Jika tidak lalu mengapa dia rela datang jauh-jauh kesini disisi lain, dia tidak pernah menanyakan statusku jika benar dia mencintaiku lantas apa yang harus aku lakukan. Apakah ini yang dinamakan tersesat dalam perasaan sendiri, atau justru aku yang selama ini telah membelenggu jiwaku dalam sangkar yang kubuat sendiri? Aku bingung dengan pikiranku sendiri jika aku tidak memiliki pe...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#12

Gambar
Pada esok harinya aku terbangun, ingin sekali rasanya membalas pesan yang dia kirim semalam tapi? Ketika aku sedang berdebat dengan isi kepalaku, tiba-tiba hapeku bergetar satu pesan diterima. "Bagaimana Nayla apakah hari ini kau bisa menemaniku? Aku berfikir sejenak, apakah kuterima ajakannya atau tidak disisi lain aku juga merasa jenuh dirumah terus. Aku diam-diam keluar rumah sengaja aku jalan kaki tidak memakai motor, agar orang rumah tidak curiga dengan kepergianku sembari berjalan menuju tempat tersebut aku sambil membalas pesannya.  "Apakah kamu sudah di situ"  Tak lama kemudian aku mendapat kiriman berupa foto, rupanya dia sudah menungguku di bukit persimpangan jalan yang menuju rumahku kebetulan persimpangan itu tidak terlalu jauh dari rumahku. Setelah aku sampai di bukit persimpangan jalan itu, aku melihat sosok pria tinggi berdiri tegak sedang mengamati sebuah pemandangan. Tak lama kemudian dia menyapaku aku sempat ngobrol seputar tempat Wisata yan...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#11

Gambar
Pagi itu aku berencana pergi jalan-jalan kepantai untuk menghilangkan kejenuhan, karena aku terlalu lama berdiam diri dirumah tidak ada aktifitas yang membuatku disibukan oleh waktu. Pagi menjelang siang, dan siang mulai menunjukan bahwa kesenangan hari ini harus berkahir dengan menunjukkan sinarnya yang mulai kemerah-merahan dan perlahan-lahan mulai meredup, ada setitik harapan didalam hatiku sebelum mentari di senja sore ini benar-benar tenggelam dalam kegelapan. "Jangankan manusia langitpun akan berubah jika waktunya tiba, begitu pula dengan kehidupanku jika waktunya tiba kebahagian itu akan menjeputku dengan sendirinya"  Sesampainya dirumah aku duduk sejenak menghela nafas, tiba-tiba ada notifikasi satu pesan diterima rupanya dari dia. "Hai Nayla aku baru saja berpetualang di bukit Tanjung aku menemukan spot yang indah dari bukit itu aku dapat melihat laut Jepara dan PLTU dari bukit ini, aku ingin melihat keindahan apa lagi yang selama ini tidak aku ketah...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#10

Gambar
Setelah semalaman aku menangis. Pagi harinya sekitar pukul 05.25 WIB aku mencoba menghibur diriku sendiri dengan Live di TikTok berharap ada sesuatu hal yang menarik dan dapat menghiburku, lagi-lagi dia muncul didalam Live ku tetapi aku abaikan tak lama kemudian dia keluar dari Live ku. Hidup yang ku jalani sudah terlalu berat di tambah lagi penghasilanku dari hasil ngonten sekarang sekarat karena aku membuat pelanggaran di FB Pro. Ditambah lagi aku sudah tidak bekerja yang membuat hidupku menjadi semakin suram. Rekomendasi - Ditangguhkan Monetisasi - Ditangguhkan Aku mencoba membuat akun yang baru, karena akun pertamaku telah ditangguhkan. Pada akhirnya ada titik dimana aku merasa lelah dan harus undur diri dari dunia konten kreator. Aku mencoba mencari lowongan kerja, kerja apapun yang penting menghasilkan uang yang halal dan berkah. Saat jari-jariku mengetik lamaran kerja, mataku menatap kosong ke layar hape, seolah aku sedang melamar kehidupan baru yang belum tentu mau ...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#9

Gambar
Semburat awan senja berkilauan terterpa mentari. Warnanya yang putih kemerah-merahan menghiasi angkasa sebelah barat. Sinarnya menerobos awan, membentuk garis-garis lurus, menabrak daun-daun dan pohon-pohon. Dinaungi cahaya yang remang-remang, satu dua orang penduduk Dukuh Tanjung Pakis Aji masih tampak berjalan menuju Musholla, terdengar lantunan puji-pujian kepada sang pencipta alam. "Allahumma antassalam, wa minkassalam, wa ilaika ya'udussalam, fahayyina rabbana bissalam, wa-adkhilnal jannata daras salam, tabaarakta rabbana wa ta'aalaita ya dzal jalali wal ikram." "Ya Allah, Engkaulah keselamatan, dan dari-Mu lah keselamatan, dan kepada-Mu lah keselamatan itu kembali. Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan keselamatan, dan masukkanlah kami ke dalam surga rumah keselamatan. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan." Mendengar lantunan Sholawat dari balik celah-celah buk...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#8

Gambar
Setelah pertemuanku dengannya itu aku seperti merasa telah kehilangan sesuatu 'tidak memiliki apapapun tetapi merasa kehilangan' entah apa itu aku sendiri tidak mengerti dangan apa yang aku rasakan, hampir satu bulan lebih aku tidak mendengar kabarnya lagi memang dia tidak seperti pria lain yang kebanyakan membanjiri kolom komentarku saat aku membuat postingan atau pun 'quotes' dia lebih memilih DM tapi akhir-akhir ini tidak ada satupun DM masuk darinya bahkan saat kondisiku yang paling rapuh, aku tidak sedang berusaha menunjukkan sisi rapuh yang kumiliki.  Namun malam ini 23.29 WIB hatiku benar-benar gelisah begitu hebat, aku memang butuh ''kehadiran'' sosok yang bisa membimbingku dan menuntun langkahku sedikit demi sedikit tuk menghapus lukaku. Cinta seringkali bukan soal ingin "memiliki" melainkan ingin di mengerti. Lalu siapakah didunia ini orang yang dapat mengerti akan diriku tanpa memandang status sosialku? Mengapa aku harus ...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#7

Gambar
Sinar matahari sudah cukup tinggi saat aku terbangun,waktu menunjukkan pukul 08.15 karena hari ini libur, tak ada yang perlu diburu-buru, bahkan untuk sekadar beranjak dari kasur. Aku menggeliat pelan, meraih handuk yang tergantung di balik pintu, lalu melangkah menuju kamar mandi. Pagi itu terasa begitu biasa begitu tenang, hingga aku sama sekali tidak menyadari bahwa hapeku dipenuhi panggilan tak terjawab rupanya dari pria asing itu 'Arief' saat aku menyisir rambut tiba-tiba hapeku kembali berdering lagi. "Hallo" ucapku. "Hai, Nayla kenapa kamu lama sekali mengangkat teleponku?"  "Aku lagi mandi" "Cepat lah keluar aku sudah menunggumu"  "Ha, apa?"  Tak lama kemudian dia mengalihkan panggilan itu ke video call, dia memperlihatkan susana dilokasi itu, tak kusangka dia beneran nekat datang untuk menemuiku. Dan dari mana dia tahu lokasi itu? Karena ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang sebelumnya tidak aku kenal...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#6

Gambar
Asap masih mengepul ketika seekor burung jalak melintas di atas langit Dukuh Pakis Aji. Burung pengicau dari (Species sturniday) melayang gagah dengan paruhnya yang kuat, tajam dan lurus. Kakinya yang panjang tertekuk kekar sebanding dengan kedua sayapnya yang mengepak-ngepak. Sorotan matanya lurus tajam seumpanya ia ingin menangkap sebuah mangsa dengan paruhnya di sebuah titik perbukitan. Angin yang berhembus kembali menyalakan api yang membakar rumput-rumput kering dan asap hitam pekat membubung tinggi.Saat itu aku sedang menikmati susana alam disekitaran rumah, saat aku sedang menikmati ke indahan bukit Tanjung tiba-tiba hape ku bergetar satu pesan di terima. "Share lok tak parani" (Share lok aku jemput) Aku pun membalas pesannya secara singkat.  Aku: "Maksudnya?" Arief: "Lah itu? (Sebesar apapun pembuktian keseriusan laki,, adalah datang untuk melamar 😇 " Aku: "Ah itu kan cuma Story WA" Arief: "Aku tidak peduli, itu cuma sto...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#5

Gambar
Pagi itu aku bangun dengan perasaan yang baru hari terus berganti, udara musim kemarau semakin panas mencekik. Lereng-lereng bukit Tanjung retak, daun-daun jati sudah kering berguguran panorama alam dukuh Pakis Aji dan sekitarnya telah memilukan. Kini saatnya aku beranjak pergi melangkahkan kakiku ketempat kerja, melihat pemandangan sekitarku yang kering seolah-olah melukiskan hatiku saat ini. Aku tidak sedang berkhayal tentang kebahagiaan, melainkan mengharapkan sesuatu yang nyata dan pasti akan terwujud namun dunia seolah tidak peduli dengan penantianku. Malam kembali jatuh, membawa serta angin dingin yang merayap masuk ke sela-sela jendela rumah kayu ini. Aku duduk di teras, menatap jalanan desa yang gelap gulita, berharap ada yang memecah keheninganku dimalam yang sepi sesunyi hatiku ini. Aku tertawa getir pada diriku sendiri. ''Apa yang sebenarnya aku tunggu?'' Tapi entah mengapa, di antara sunyinya malam Pakis Aji ini, aku merasa seperti sedang menungg...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#4

Gambar
Suara kokokan ayam memecah sunyi, membangunkan kesadaranku dari tidur yang tak terlalu nyenyak. Aku beranjak dari kasur, menyambut pagi di rumah yang terletak di kaki pegunungan. Udara di sini masih sangat asri, dipenuhi embun yang menempel di pucuk-pucuk pepohonan. ​Rutinitasku tetap sama, dapur menjadi pemberhentian pertamaku. Sembari memasak nasi dan lauk untuk sarapan aku dan buah hatiku, pikiranku justru melayang jauh. Hari ini libur kerja, seharusnya aku bisa sedikit bernapas lega, namun entah mengapa hati ini terasa lebih gaduh dari biasanya.​Selesai di dapur, aku melangkah keluar untuk menyapu halaman yang penuh dengan dedaunan kering. Suara sapu lidi yang bergesekan dengan tanah terdengar begitu ritmis, namun di balik ketenangan desa ini, ada satu nama yang terus mengusik kepalaku. Setelah semua selesai aku kembali kedalam rumah menemani buah hatiku menonton Tv, disela-sela kebersamaan dengan buah hatiku entah kenapa tiba-tiba rasanya aku ingin chat orang asing itu...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#3

Gambar
Hari demi hari telah ku lalui, terkadang aku merindukan sosok seseorang yang benar-benar tulus mencintaiku dan menyangiku beserta buah hatiku. Tapi kadang aku juga mikir hatiku masih sibuk bertanya-tanya saat aku termenung dikamar, tiba-tiba hapeku bergetar satu pesan di WhatsApp dari nomor tidak dikenal begini isinya: ?: "P" Aku: "Maaf ini siapa: ?: "Ini aku pria biasa aja, yang kamu bilang halah basi!  Aku: "Oh kamu, nama kamu siapa?" ?: "Ya, kamu simpan saja itu nomorku" Aku: "Iya nama kamu tuh siapa?" ?: "Namaku Arief ya udah besok lagi aku lagi sibuk" Aku: "Kamu orang mana" Lagi-lagi aku dibuat kesal olehnya, setiap kali aku sedang serius dia selalu saja suka menghilang. Tidak seperti pria lain yang suka berlama-lama jika aku ladenin, setidaknya aku sudah tahu namanya. Sikapnya yang tidak berusaha menyenangkan hatiku justru membuatku merasa tertantang. Untuk pertama kalinya, aku merasa seperti bukan ...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#2

Gambar
Baru kali ini aku menemukan pria kampret! Yang bikin aku emosi plus tersenyum-senyum sendiri, biasanya banyak pria inbox. Hai cantik boleh kenalan? Nama kamu siapa? Kamu orang mana? Dek? Lagi ngapain? Aku ganggu nggak? Yang bikin aku muak! Dan pengen muntah karena aku sering mendengar kalimat itu. Tapi pria ini berbeda dia tidak menunjukkan ketertarikan sama sekali, setiap kalimat yang ku ucapkan di inbox dilempar kembali olehnya. Biasanya aku malas ngeladenin semacam ini tapi kenapa aku mendadak ingin tahu siapa dirinya? Whats happen??? Apa yang terjadi pada diriku?  Tak terasa waktu sudah malam 23.45 aku lelah aku pengen tidur, esok harinya aku berangkat kerja aku menjadi ibu sekaligus ayah untuk anakku.  "Terimakasih sudah kuat bersama ibu ya nak, meskipun ibu sakit, kamu kuat kamu lahir kedunia ini dengan sempurna maafkan ibu" Aku memang tidak seberuntung wanita lain, tapi wanita lain belum tentu sekuat aku. Saat aku ngedumel tiba-tiba hapeku bergetar, satu pe...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#1

Gambar
Aku tidak tahu darimana aku harus memulainya, aku seorang single mom kamu tahu sendiri kan? Tidak ada laki-laki yang bisa menerima janda dengan tulus! Apa lagi janda yang sudah punya anak, sekali lagi ingat tidak ada! Traumaku hanya satu, aku trauma dibawa terlalu jauh oleh seseorang yang aku jadikan harapan terakhir. Tapi ternyata bukan aku yang dijadikan tujuan, melainkan untuk dihancurkan! Sebesar apapun pembuktian keseriusan laki-laki, adalah datang untuk melamar namun disisi lain aku juga takut jika ada yang benar-benar mendekatiku terkadang hatiku maju mundur.  Singkat cerita aku sedang berada dikamar bersama anakku aku sedang live di TikTok saat aku sedang Live tiba-tiba ada komentar dari seorang pria yang tidak aku kenal:  "Woi inboxku nggak pernah kamu balas di tiktok dan di fb"  lalu aku jawab "Banyak inbox masuk tapi aku malas"  setelah itu banyak sekali penonton, ya seperti biasa ada yang nanya namaku, ada yang nanya aku orang mana? Dan masih...