CERPEN:Hakikat Sebuah Cinta | Part#18
Dunia mengenalku sebagai wanita yang pandai tertawa, wanita yang selalu bisa meredam ego dengan "Legowo" yang dipaksakan. Namun, di hati yang paling dalam, aku bukanlah wanita seperti itu. Itu hanyalah kulit luar, sebuah topeng untuk bertahan hidup di tengah drama manusia yang semakin memuakkan. Sejujurnya, aku sudah mati rasa dari sekian banyaknya laki-laki yang aku kenal, aku tidak melihat ketulusan dihatinya. Aku telah menutup pintu bagi siapa pun yang datang dengan kemunafikan dan banyaknya drama manusia adalah alasan mengapa aku lebih suka sendiri. Mungkin jika sekilas orang mengenalku sebagai wanita ceria, namun dibalik itu ada luka yang tak seorangpun tahu obatnya. Namun, di Bukit Tanjung ini, dinding pertahananku luruh. Di sini, aku bukan lagi wanita yang harus menampilkan senyum demi apresiasi orang lain. Aku hanyalah seonggok jiwa yang lelah, merindukan tepukan di bahu dari sosok yang pernah membawa ketenangan jiwaku dibukit ini. Tapi di tengah kekacau...