CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#10
Setelah semalaman aku menangis. Pagi harinya sekitar pukul 05.25 WIB aku mencoba menghibur diriku sendiri dengan Live di TikTok berharap ada sesuatu hal yang menarik dan dapat menghiburku, lagi-lagi dia muncul didalam Live ku tetapi aku abaikan tak lama kemudian dia keluar dari Live ku. Hidup yang ku jalani sudah terlalu berat di tambah lagi penghasilanku dari hasil ngonten sekarang sekarat karena aku membuat pelanggaran di FB Pro. Ditambah lagi aku sudah tidak bekerja yang membuat hidupku menjadi semakin suram.
Rekomendasi - Ditangguhkan
Monetisasi - Ditangguhkan
Aku mencoba membuat akun yang baru, karena akun pertamaku telah ditangguhkan. Pada akhirnya ada titik dimana aku merasa lelah dan harus undur diri dari dunia konten kreator. Aku mencoba mencari lowongan kerja, kerja apapun yang penting menghasilkan uang yang halal dan berkah. Saat jari-jariku mengetik lamaran kerja, mataku menatap kosong ke layar hape, seolah aku sedang melamar kehidupan baru yang belum tentu mau menerimaku. Disaat itu juga ada satu pesan dari WhatsApp rupanya itu dari dia.
"Nayla apa kabar hari ini aku harap kamu baik-baik saja disana, akhir-akhir ini aku merasa gelisah. Setiap malam mataku sulit untuk di pejamkan, setiap kali aku memejamkan mata yang terlintas dipikiranku adalah kamu seorang, seolah alam semesta memberitahuku bahwa kamu sedang gelisah dan sedang tidak baik-baik saja. Aku mencoba menghubungimu namun kamu sama sekali tidak pernah membalas pesanku, jika hal yang sedang kamu hadapi ini ada kaitannya denganku aku minta maaf. Jika kamu ingin aku diam, aku akan diam untuk selamanya, ada satu hal yang harus kamu ketahui sejak pertama kali aku bertemu denganmu aku merasa menemukan dunia baru dihidupmu dan dihidupku. Aku tidak sedang mencoba merayumu atau membujukmu, tapi itu lah kebenaran yang harus kamu ketahui"
Pesan yang dikirim itu seoalah menamparku, dari hal yang selama ini aku pendam dan aku sembunyikan didalam diriku. Aku juga tidak bisa membohongi diriku sendiri semenjak ia hadir didalam hidupku aku juga merasa bahwa aku juga menemukan dunia baru di dalam kehidupanku, ia juga merasakan kegelisan yang aku rasakan tetapi mengapa di dalam hatiku hanya ada kebencian? Aku tidak ingin berharap lebih karena aku tahu rasa kecewa itu hadir dari harapan kita sendiri yang tidak tercapai, apakah dia bisa aku percaya atau dia sama saja seperti pria lain di luar sana yang mencoba mendekatiku namun ketika mereka setelah mengetahuiku mereka perlahan pergi meninggalkanku. Cukup tiga tahun aku merasakan sakit seperti ini, aku tidak mau hal itu terulang lagi, tetapi mengapa kehadirannya justru membuat hatiku selalu ingin mendekat seolah itu adalah dermaga tempatku untuk berlabuh? semakin aku melawan perasaanku semakin pula hatiku tak karuan.
Komentar
Posting Komentar