PROLOG
Semua berawal dari bulan Mei 2026 bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah atau orang jawa menamainya bulan "Besar" dalam kalender Jawa. Dimana hari itu banyak sekali dipergunakan oleh masyarakat Jawa setempat untuk menggelar acara besar seperti pernikahan, semua teman-teman sebayaku sudah mendapatkan jodohnya bahkan teman yang usianya dibawahku saja sudah menemukan Cinta sejatinya lalu dimana cinta sejatiku? Aku tidak sedang mengeluh, atau sedang berharap agar cepat dipertemukan oleh cinta sejatiku. Melainkan aku teringat akan peristiwa 8 tahun silam yang membuatku takut untuk percaya lagi, namun di hatiku masih ada rasa cinta (welas asih marang pepadhane) Kasih sayang semama mahkluk. Pada senja sore itu aku berjalan di pinggiran sawah menikmati panorama keindahan Alam Semesta tanpa campur tangan manusia, langit jingga melukiskan sebuah harapan baru dalam kehidupan bahwa esok masih ada hari dimana harapan dan impian itu akan tumbuh. Saat aku metanap langit terdengar suara sayup-sayup itqomah dari musholla dan masjid aku berteriak ke Alam Semesta "Aku ora reti opo sing sebenere tak karepno Gusti, duniamu terlalu luas untuk aku jalani sendiri" Hari semakin gelap suara bisikan-bisikan rindu kini perlahan lenyap rindu akan kekasih-Mu baginda Nabi Muhammad SAW. Aku melangkahkan kakiku menuju rumah tempat dimana aku merasa aman dan nyaman, pada tanggal 16 Juni 2026 bertepetan dengan bulan 1 Muharram atau orang Jawa mengatakan bulan 1 Suro. Pergantian tahun baru dalam kalender Jawa memiliki makna Spiritual yang dalam di bulan itu aku biasanya mempunyai agenda untuk memuncak di Gunung Muria, tepatnya di Puncak 29 tempat petilasan eyang Abioso dan eyang Semar. Namun saat itu aku juga bingung dengan siapa aku pergi, karena aku tidak memiliki teman yang hobinya napak tilas. Aku terbaring diatas kasur tua aku mengantuk hebat namun tubuhku masih bisa merasakan benda di sekitar, antara tertidur dan setengah tidur. Aku merasa berjalan di lereng Gunung dan ada seorang gadis memakai gaun putih bersih, dia metanapku dengan semyum manisnya saat ingin kudekati tiba-tiba aku terbangun. Aku mengambil hapeku lalu aku melihat jam 00.00 dini hari, kemudian aku membuka Aplikasi Facebook diberanda utama muncul sebuah postingan berupa foto seorang gadis wajahnya persis sekali seperti didalam mimpiku. Sejenak aku berfikir wajah gadis ini sepertinya tidak asing, rupanya gadis tersebut adalah teman sosial media yang sudah lama aku ikuti, namun aku tidak pernah berkomunikasi dengannya. Di lain waktu saat aku lagi main hape tiba-tiba ada pemberitahuan dari Aplikasi TikTok gadis tersebut Live, dan aku amati saat dia Live aku merasakan getaran dari dalam dirinya getaran tentang luka yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Saat aku mencoba menerka-nerka tentang perasaan yang aku tangkap darinya ternya benar selama 3 tahun dia memendam luka itu sendiri. Pagi harinya aku gelisah seperti diriku di tarik ke suatu tempat jika tidak aku turuti maka kegelisan itu akan menjadi-jadi, disaat itu juga aku lagi main hape "Facebook" tiba-tiba di beranda atas muncul postingan gadis tersebut sebuah foto yang menunjukan sebuah lokasi. Saat itu juga aku bergegas mencari lokasi tersebut, semenjak saat itu lah aku seperti memiliki rasa kepekaan terhadap gadis tersebut aku seperti merasakan apa yang ia rasakan. Padahal didunia nyata kami tidak saling mengenal satu sama lain apa lagi bertemu secara fisik, tapi anehnya aku seperti sudah lama mengenalnya. Malam hari aku tiba-tiba seperti ingin menulis sebuah kisah yang ada didalam diri gadis tersebut, karena hatiku masih tidak tenang aku mencoba mencari petunjuk dari beberapa postingan gadis tersebut, dan benar saja kepingan demi kepingan misteri satu persatu aku temukan. Di hari kedua aku mencoba menelusuri lokasi sebelumnya aku masuk jauh lebih dalam, dan benar saja aku menemukan lokasi demi lokasi yang pernah disinggahi gadis itu. Bahkan aku menemukan tempat tinggalnya langkahku seperti ada yang menuntunku untuk di arahkan ke rumah gadis tersebut, saat aku sedang menikmati alam sekitar seperti ada yang membisiki telingaku "Kamu sudah menemukan apa yang kamu cari" aku tidak tahu apa arti dibalik itu semua, dan apa yang sebenarnya terjadi. Aku menemukan sumber mata air lalu ku basuh wajahku dan meminumnya sambil mengucap dalam hati "Terimakasih kau sudah menuntun langkahku sejauh ini, meskipun secara nyata kita tidak pernah bertemu dan saling menegenal" aku beranjak pergi dari tempat itu dan meninggalkan lokasi tersebut seperti ada yang melambaikan tangan seolah-olah berkata "terimakasih sudah datang" hatiku yang gelisah tanpa sebab kini menjadi lebih tenang dan ada rasa bahagia didalam hati. Teruntukmu yang hadir sebagai rasa bukan melaui sapaan dan senyuman dibibir, terimakasih sudah memberiku makna mencintai diri sendiri. Dan kau menyuguhkan pemandangan indah yang memanjakan mata, akan tetap aku ingat selalu dan kujaga rasa ini tetap murni.
Komentar
Posting Komentar