Postingan

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#13

Gambar
Hari sudah beranjak siang tidak lama kemudian Arief pamit pulang, kenapa saat dia menepuk bahuku aku merasa bahwa tepukan itu bukan tepukan biasa. Ada rasa yang tertinggal, seolah-olah ia sedang menitipkan sesuatu yang harus ku jaga. Kepergiannya menyisakan tanda tanya yang begitu dalam, saat perlahan-lahan laju sepeda motornya mulai hilang dari pandanganku. Suara mesin motor itu perlahan ditelan kesunyian bukit, meninggalkan dadaku yang tiba-tiba terasa sesak oleh ruang kosong yang baru saja ia ciptakan. Seolah-olah aku tidak akan pernah melihatnya lagi, lantas apakah dia benar-benar mencintaiku? Jika tidak lalu mengapa dia rela datang jauh-jauh kesini disisi lain, dia tidak pernah menanyakan statusku jika benar dia mencintaiku lantas apa yang harus aku lakukan. Apakah ini yang dinamakan tersesat dalam perasaan sendiri, atau justru aku yang selama ini telah membelenggu jiwaku dalam sangkar yang kubuat sendiri? Aku bingung dengan pikiranku sendiri jika aku tidak memiliki pe...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#12

Gambar
Pada esok harinya aku terbangun, ingin sekali rasanya membalas pesan yang dia kirim semalam tapi? Ketika aku sedang berdebat dengan isi kepalaku, tiba-tiba hapeku bergetar satu pesan diterima. "Bagaimana Nayla apakah hari ini kau bisa menemaniku? Aku berfikir sejenak, apakah kuterima ajakannya atau tidak disisi lain aku juga merasa jenuh dirumah terus. Aku diam-diam keluar rumah sengaja aku jalan kaki tidak memakai motor, agar orang rumah tidak curiga dengan kepergianku sembari berjalan menuju tempat tersebut aku sambil membalas pesannya.  "Apakah kamu sudah di situ"  Tak lama kemudian aku mendapat kiriman berupa foto, rupanya dia sudah menungguku di bukit persimpangan jalan yang menuju rumahku kebetulan persimpangan itu tidak terlalu jauh dari rumahku. Setelah aku sampai di bukit persimpangan jalan itu, aku melihat sosok pria tinggi berdiri tegak sedang mengamati sebuah pemandangan. Tak lama kemudian dia menyapaku aku sempat ngobrol seputar tempat Wisata yan...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#11

Gambar
Pagi itu aku berencana pergi jalan-jalan kepantai untuk menghilangkan kejenuhan, karena aku terlalu lama berdiam diri dirumah tidak ada aktifitas yang membuatku disibukan oleh waktu. Pagi menjelang siang, dan siang mulai menunjukan bahwa kesenangan hari ini harus berkahir dengan menunjukkan sinarnya yang mulai kemerah-merahan dan perlahan-lahan mulai meredup, ada setitik harapan didalam hatiku sebelum mentari di senja sore ini benar-benar tenggelam dalam kegelapan. "Jangankan manusia langitpun akan berubah jika waktunya tiba, begitu pula dengan kehidupanku jika waktunya tiba kebahagian itu akan menjeputku dengan sendirinya"  Sesampainya dirumah aku duduk sejenak menghela nafas, tiba-tiba ada notifikasi satu pesan diterima rupanya dari dia. "Hai Nayla aku baru saja berpetualang di bukit Tanjung aku menemukan spot yang indah dari bukit itu aku dapat melihat laut Jepara dan PLTU dari bukit ini, aku ingin melihat keindahan apa lagi yang selama ini tidak aku ketah...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#10

Gambar
Setelah semalaman aku menangis. Pagi harinya sekitar pukul 05.25 WIB aku mencoba menghibur diriku sendiri dengan Live di TikTok berharap ada sesuatu hal yang menarik dan dapat menghiburku, lagi-lagi dia muncul didalam Live ku tetapi aku abaikan tak lama kemudian dia keluar dari Live ku. Hidup yang ku jalani sudah terlalu berat di tambah lagi penghasilanku dari hasil ngonten sekarang sekarat karena aku membuat pelanggaran di FB Pro. Ditambah lagi aku sudah tidak bekerja yang membuat hidupku menjadi semakin suram. Rekomendasi - Ditangguhkan Monetisasi - Ditangguhkan Aku mencoba membuat akun yang baru, karena akun pertamaku telah ditangguhkan. Pada akhirnya ada titik dimana aku merasa lelah dan harus undur diri dari dunia konten kreator. Aku mencoba mencari lowongan kerja, kerja apapun yang penting menghasilkan uang yang halal dan berkah. Saat jari-jariku mengetik lamaran kerja, mataku menatap kosong ke layar hape, seolah aku sedang melamar kehidupan baru yang belum tentu mau ...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#9

Gambar
Semburat awan senja berkilauan terterpa mentari. Warnanya yang putih kemerah-merahan menghiasi angkasa sebelah barat. Sinarnya menerobos awan, membentuk garis-garis lurus, menabrak daun-daun dan pohon-pohon. Dinaungi cahaya yang remang-remang, satu dua orang penduduk Dukuh Tanjung Pakis Aji masih tampak berjalan menuju Musholla, terdengar lantunan puji-pujian kepada sang pencipta alam. "Allahumma antassalam, wa minkassalam, wa ilaika ya'udussalam, fahayyina rabbana bissalam, wa-adkhilnal jannata daras salam, tabaarakta rabbana wa ta'aalaita ya dzal jalali wal ikram." "Ya Allah, Engkaulah keselamatan, dan dari-Mu lah keselamatan, dan kepada-Mu lah keselamatan itu kembali. Maka hidupkanlah kami, wahai Tuhan kami, dengan keselamatan, dan masukkanlah kami ke dalam surga rumah keselamatan. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami, dan Maha Tinggi Engkau, wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan." Mendengar lantunan Sholawat dari balik celah-celah buk...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#8

Gambar
Setelah pertemuanku dengannya itu aku seperti merasa telah kehilangan sesuatu 'tidak memiliki apapapun tetapi merasa kehilangan' entah apa itu aku sendiri tidak mengerti dangan apa yang aku rasakan, hampir satu bulan lebih aku tidak mendengar kabarnya lagi memang dia tidak seperti pria lain yang kebanyakan membanjiri kolom komentarku saat aku membuat postingan atau pun 'quotes' dia lebih memilih DM tapi akhir-akhir ini tidak ada satupun DM masuk darinya bahkan saat kondisiku yang paling rapuh, aku tidak sedang berusaha menunjukkan sisi rapuh yang kumiliki.  Namun malam ini 23.29 WIB hatiku benar-benar gelisah begitu hebat, aku memang butuh ''kehadiran'' sosok yang bisa membimbingku dan menuntun langkahku sedikit demi sedikit tuk menghapus lukaku. Cinta seringkali bukan soal ingin "memiliki" melainkan ingin di mengerti. Lalu siapakah didunia ini orang yang dapat mengerti akan diriku tanpa memandang status sosialku? Mengapa aku harus ...

CERPEN: Hakikat Sebuah Cinta | Part#7

Gambar
Sinar matahari sudah cukup tinggi saat aku terbangun,waktu menunjukkan pukul 08.15 karena hari ini libur, tak ada yang perlu diburu-buru, bahkan untuk sekadar beranjak dari kasur. Aku menggeliat pelan, meraih handuk yang tergantung di balik pintu, lalu melangkah menuju kamar mandi. Pagi itu terasa begitu biasa begitu tenang, hingga aku sama sekali tidak menyadari bahwa hapeku dipenuhi panggilan tak terjawab rupanya dari pria asing itu 'Arief' saat aku menyisir rambut tiba-tiba hapeku kembali berdering lagi. "Hallo" ucapku. "Hai, Nayla kenapa kamu lama sekali mengangkat teleponku?"  "Aku lagi mandi" "Cepat lah keluar aku sudah menunggumu"  "Ha, apa?"  Tak lama kemudian dia mengalihkan panggilan itu ke video call, dia memperlihatkan susana dilokasi itu, tak kusangka dia beneran nekat datang untuk menemuiku. Dan dari mana dia tahu lokasi itu? Karena ini pertama kalinya aku bertemu dengan orang sebelumnya tidak aku kenal...